Skip to main content

Apa Itu Cyber Security? Ini Yang Perlu Anda Ketahui Agar Bisnis Aman !

Jaminan keamanan terhadap pelayanan adalah hal penting dalam bisnis. Ketika seorang nasabah ingin menabung, tentu ia perlu menimang apakah ada jaminan keamanan di sana. Sebab, tidak sedikit penyedia layanan yang sering kali kebobolan untuk pengamanan sistem. Maka dari itu, isu tersebut menjadi penting karena termasuk bagian dari cyber security. Lalu, apa yang dimaksud dengan cyber security? Mari kita simak bersama di artikel berikut ini! Apa Itu Cyber Security? Cyber Security (Keamanan Siber) adalah perlindungan sistem yang terhubung ke internet seperti perangkat keras, perangkat lunak, dan data dari Cyber Threat dan Cyber Crime. Praktik ini digunakan oleh individu dan perusahaan untuk melindungi dari akses tidak sah ke pusat data dan sistem komputerisasi lainnya. Strategi keamanan siber yang kuat dapat memberikan postur keamanan yang baik terhadap serangan jahat yang dirancang untuk mengakses, mengubah, menghapus, menghancurkan, atau memeras sistem dan data sensitif organisasi atau pe...

Ayo Ketahui NFT, Salah Satu Aset Dari Teknologi Blockchain Yang Lagi Trending!

 

    Teknologi investasi kian hari kian maju. Khususnya di bidang investasi bermata uang cryptocurrency, telah bermunculan suatu aset investasi terbaru. Yap, aset investasi terbaru tersebut adalah NFT (Non-Fungible Token). NFT telah hadir di Indonesia dan menarik banyak perhatian kalangan masyarakat. Terutama investor besar, crypto lover, art collector, dan bahkan penggemar game. Pada dasarnya, NFT merupakan aset digital yang berada dalam teknologi bernama blockchain. Bentar, apa itu blockchain? Dan apa hubungannya dengan NFT serta cryptocurrency? Yuk, kita jelasin satu-satu yaa!

Apa Itu Blockchain?

    Sebenarnya, untuk memahami blockchain kita harus mengerti dulu tentang database dan kriptografi. Database adalah sekumpulan data yang disimpan dalam suatu basis digital. Dalam kata lain, database adalah tempat untuk menyimpan seluruh data yang saling berkaitan. Sementara, kriptografi adalah teknik untuk menyampaikan pesan secara tersembunyi dengan menggunakan fitur enkripsi data. Jadi, kriptografi itu ada teknik untuk mengirim pesan yang sudah diamankan dengan kode hash dan tidak sembarang orang bisa membaca pesan tersebut. Nah, sekarang kita bisa memahami blockchain lebih baik lagi. Yuk, kita baca definisinya!

    Blockchain adalah teknologi yang digunakan dalam sistem penyimpanan atau database digital yang terhubung dengan kriptografi. Agar lebih mudah lagi, kita lihat dari asal katanya. Block artinya blok atau kelompok dan chain artinya rantai. Jadi, blockchain merupakan teknologi yang memanfaatkan resource atau sumber daya komputer untuk menciptakan blok-blok yang saling terhubung (chained). Nah, blok-blok yang saling terhubung ini akan digunakan untuk mengeksekusi sebuah transaksi. Dari transaksi ini, muncul lagi istilah cryptocurrency. Uniknya, blockchain ini mampu berjalan sendiri menggunakan algoritma komputer tanpa perlu ada sistem tertentu yang mengaturnya. Blockchain pula bersifat append only, yang artinya hanya bisa ditambah namun tak bisa diubah.

Apa Itu Cryptocurrency?

    Crypocurrency merupakan sistem mata uang digital yang diamankan menggunakan kriptografi. Tujuannya agar mata uang tersebut tidak dapat dipalsukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Crypto mempunyai aset-aset. Nah, aset-aset crypto ini dikelola dengan teknologi blockchain. Maka dari itu blockchain harus bersifat append only

    Jadi, cryptocurrency dan blockchain merupakan kedua hal yang berbeda tetapi saling berkaitan. Ibaratnya, blockchain adalah celengan dan crypto adalah isi celengan tersebut alias uang. 

Gimana Cara Kerja Blockchain Biar Dapat Uang?

    Cara kerja blockchain memang terlihat sangat rumit, tetapi pada dasarnya sangat sederhana. Jadi begini, pada awalnya blockchain dimulai dengan sebuah blok yang menyimpan data baru yang berisi pesan ter-kriptografi. Nah, setiap blok akan berisi pesan hash kriptografi yang membentuk jaringan dan saling menghubung. Sistem database blockchain terdiri dari 2 jenis record, yaitu transaksi dan blok. 

    Agar terbentuk jaringan antar blok, maka pesan hash dari suatu blok akan digunakan untuk mengambil data-data dari blok asalnya dan diubah menjadi compact string (pesan aslinya). String ini digunakan sebagai alarm pendeteksi apabila ditemukan potensi sabotase. Blockchain menerapkan sistem desentralisasi, dimana tiap-tiap otoritas untuk menambang bitcoin dipecah ke setiap perangkat komputer yang sudah diinstal software khusus untuk mining. Biasanya, spek yang diperlukan untuk mining tergolong high-end

    Para miner bitcoin adalah orang-orang yang menyiapkan komputer khusus guna melakukan kegiatan mining. Mining disini artinya melakukan kalkulasi matematis untuk membuka celah blok baru di blockchain. Dasar untuk melakukan kalkulasi nilai hash baru diambil dari kombinasi hash kriptografi sebelumnya. Jadi, komputer akan bekerja secara berat untuk mengkalkulasi nilai hash terbaru untuk menciptakan blok baru. 

    Apabila miner berhasil mendapatkan nilai hash terbaru dari nilai hash sebelumnya, maka akan ada tempat khusus bagi miner tersebut untuk menerima transaksi. Dengan begitu, blok baru akan tercipta dan digunakan untuk menyimpan bitcoin dalam transaksi tersebut. Bitcoin sendiri merupakan salah satu aset cryptocurrency yang paling stabil dan menguntungkan, dan bitcoin bisa kita jual di cryptomarket untuk mendapatkan sejumlah uang. Proses ini akan terus berlanjut sehingga membentuk hubungan antar blok dan dinamakan blockchain.

Apa Itu NFT?

    Oke, setelah kita mengetahui sistem kerja blockchain, sekarang kita akan beralih ke NFT. Tadi sudah disebutkan bahwa crypto memiliki aset-aset untuk diinvestasikan. Salah satunya ada bitcoin, tetapi ada satu aset yang masih masuk kedalam mata uang crypto dan ternyata mudah untuk didapatkan. Yap, ialah NFT atau Non-Fungible Token. NFT merupakan aset digital yang dapat mewakili barang berharga namun dengan nilai tukar (token) yang tak dapat diganti atau tidak dapat ditukar. Tentunya, NFT tersebut akan memiliki data transaksi dan transaksi tersebut akan dicatat dalam blockchain. Nantinya, data tersebut akan berisi informasi tentang pencipta, harga, serta riwayat kepemilikan aset NFT tersebut.

    Berbeda dengan crypto, transaksi NFT seringnya menggunakan ether atau ETH yang merupakan koin buatan blockchain Ethereum. Nah, disinilah bagian uniknya NFT yang menjadikannya aset investasi yang trending. Jadi, barang yang dapat dijual dalam bentuk NFT bisa berupa karya seni, game, dokumen dan lainnya. Karena pada dasarnya, NFT dibuat dengan tujuan agar orang-orang dapat mengetahui mana karya asli dan mana karya hasil duplikasi agar kekayaan intelektual tetap terlindungi. 

image from unsplash

    Kata kunci NFT terdiri dari 2 kata yaitu Fungible dan Token. Nah, Fungible disini dapat dianalogikan seperti kasus orang yang ingin menukarkan selembar uang 100 ribu dengan 2 lembar uang 50 ribu. Jadi, kita ingin menukar aset dengan aset berbeda namun bernilai sama. Sementara, token disini artinya sebuah aset digital yang mewakili barang yang kita punya. Jika kita sambungkan dengan imbuhan Non maka maknanya akan bernegasi atau berubah. Dari suatu aset yang dapat ditukar dengan aset berbeda namun bernilai sama menjadi suatu aset yang tidak dapat ditukar dengan aset berbeda. 

    Pada NFT, akan tertera siapa pemilik awal, pemilik akhir, hingga penerbit token tersebut. Yang menjadikan NFT ini tidak dapat ditukar dengan aset lain adalah karena aset NFT berbeda dengan aset-aset crypto yang lain seperti bitcoin. Namun, NFT masih termasuk dalam keluarga cryptocurrency. Hanya saja, ia tak dapat ditukar dengan aset lain karena NFT memiliki nilai yang berbeda-beda sesuai dengan nilai yang diberikan pembeli. Karena hal tersebut, NFT tidak dapat ditukarkan dengan mata uang crypto lainnya.

Istilahnya seperti kita mematenkan kode unik terhadap barang dengan kepemilikan kita sendiri sehingga tak dapat ditukarkan atau diduplikasi dengan yang lainnya. Namun, dapat dipindahkepemilikan sesuai ketentuan alias dijual. 

     Maka dapat disimpulkan bahwa, NFT merupakan cara termudah untuk mendapatkan hak kekayaan intelektual dari hasil karya yang kita ciptakan. Selain itu, kita dapat menjual aset NFT milik kita melalui marketplace seperti OpenSea atau CryptoPunk dengan transaksi pembayaran menggunakan mata uang ether (ETH) kemudian ETH tersebut dapat kita jual kembali ke bentuk mata uang di dunia nyata (biasanya kurs dolar). Yang menjadi penentu harga jual akhirnya adalah faktor subjektif seperti kualitas, kreativitas, serta reputasi kita. Karena kemudahan dan benefit yang diberikannya, tak heran NFT menjadi trending di dunia saat ini.

Comments

Popular posts from this blog

HTTP Security Headers: Cara Mudah Memperkuat Web Kita!

  Menjamin adanya keamanan adalah hal yang penting bagi tiap service dan website. Untuk itu membangun dan memperkuat keamanan suatu website menjadi hal yang mesti dilakukan. Akan tetapi, pasti beberapa dari kita berpikir bahwa untuk menjaga keamanan website, kita perlu membeli software  atau sistem keamanan yang rentang biayanya cukup tinggi. Padahal, terdapat langkah awal tetapi pasti, untuk menjaga keamanan website kita. Salah satunya dengan patching  HTTP Security Header! Oke, agar lebih paham, yuk kita simak bersama! Apa Itu HTTP Security Header? Header keamanan HTTP adalah subset dari header HTTP dan dipertukarkan antara klien web (biasanya browser) dan server untuk menentukan detail komunikasi HTTP yang terkait dengan keamanan. Beberapa header HTTP yang secara tidak langsung terkait dengan privasi dan keamanan juga dapat dianggap sebagai header keamanan HTTP. Dengan mengaktifkan header yang sesuai di aplikasi web dan pengaturan server web, Anda dapat meningkatkan ke...

Ayo Mendalami Face Recognition, Salah Satu Teknologi Keamanan Biometrik Yang Menarik!

      Teknologi di bidang keamanan sudah sangat berkembang. Hal tersebut tentunya harus terus dikembangkan lagi karena teknologi untuk pembobolan juga sudah marak berkembang. Agar mendapat keamanan maksimal misalnya pada suatu akun, pengguna harus membuat kata sandi yang cukup rumit agar tidak dapat dibobol oleh penjahat cyber . Namun apabila kata sandi yang kita buat terlalu rumit, terkadang kita sendiri sering lupa dan tidak dapat masuk ke akun tersebut. Nah, kali ini ada sebuah teknologi keamanan yang kiranya dapat menjamin keamanan dan privasi kita di dunia digital tanpa harus membuat kata sandi yang ribet. Mungkin kalian sudah mengenalinya ya. Yap, teknologi tersebut ialah Face Recognition  atau Pengenal Wajah. Terus, gimana cara kerja Face Recognition dan gimana kalo ada orang yang wajahnya mirip kayak kita dan dia dapat menggunakannya untuk membobol akun dan privasi kita? Pelan-pelan dulu yak, kita bahas dari awal terlebih dahulu, Oke! Apa Itu Face Recognition...

Apa Sih CRISPR Gene Editing Itu? Dan Apa Dampaknya?

          Baru-baru ini, negara Tiongkok telah merancang konsep teknologi terbaru. Teknologi tersebut tentunya merupakan terobosan masa depan terbaru yang tentunya bisa membuat orang-orang kegirangan. Pasalnya, teknologi yang sedang dikembangkan disana memiliki tujuan untuk mengedit struktur Gen atau DNA manusia. Sangat menakjubkan sekali bukan? Namun, tentunya rasa tersebut bisa bercampur aduk dengan rasa ngeri dikarenakan kita sendiri belum pernah melakukan yang namanya mengedit struktur gen yang secara harfiah dilakukan langsung pada seorang bayi manusia. Ya betul, bayi manusia.  Teknik untuk mengedit   DNA ini disebut teknik rekayasa genetika dan teknologi yang digunakannya disebut CRISPR Gene Editing . Bentar,  CRISPR  Gene Editing  itu apa sih? Mari kita simak bersama, dimulai dari pengertian rekayasa genetika! Apa Itu Teknik Rekayasa Genetika?     Teknik rekayasa genetika atau modifikasi genetika merupakan...