![]() |
Perkembangan teknologi sudah semakin maju di berbagai bidang, khususnya di bidang kesehatan. Selain perkembangan teknologi alat-alat kesehatan yang kini semakin canggih dalam membantu pengobatan pasien, teknologi kesehatan juga berkembang pada sistem digital. Salah satunya ialah layanan telemedicine atau telemedika. Telemedicine adalah layanan yang menjadi andalan bagi tiap-tiap orang apabila mereka mengalami gejala-gejala sakit. Loh, kok bisa jadi andalan tiap orang? Terus, bagaimana telemedicine ini bisa menjadi teknologi yang berjaya di masa pandemi? Mari kita simak bersama!
Apa sih Telemedicine itu?
Telemedicine merupakan sistem layanan kesehatan digital yang memungkinkan penggunanya atau pasien dapat menghubungi sektor pelayanan kesehatan yang ditujunya dengan mudah, praktis, aman, dan nyaman. Singkatnya, telemedicine adalah layanan kesehatan berbasis digital yang memudahkan penggunanya dalam menghubungi dokter spesialis penyakit yang ditujunya. Jadi, telemedicine memudahkan pasien untuk berkonsultasi dengan dokternya secara online dan real-time.
Tentunya, selain membantu pihak penerima layanan kesehatan, telemedicine juga membantu pihak penyedia layanan kesehatan. Karena layanan tersebut dapat digunakan dimana saja dan kapan saja termasuk di rumah sekalipun. Layanan telekonsultasi bermacam-macam, dapat berupa teks chat, voice call, dan video call. Layanan tersebut tentunya disesuaikan dengan kebutuhan pasien sehingga konsultasi antar pasien dengan dokternya menjadi lebih fleksibel. Hal ini pula menjadi salah satu upaya dalam menjaga protokol kesehatan physical distancing yaitu, mengurangi kontak fisik antar individu di masa pandemi. Maka tak heran, dengan kehadiran telemedicine yang sangat membantu ini menjadi andalan di bidang kesehatan.
Bagaimana Konsep Kerja Telemedicine di Indonesia?
Dalam pelaksanaannya, telemedicine dilakukan secara online dan real-time sehingga memerlukan kehadiran dua belah pihak di waktu yang sama. Telemedicine juga memerlukan perangkat penghubung antara pasien dan dokternya. Perangkat tersebut ialah smartphone, komputer, dan internet. Selain itu, layanan telemedika memiliki fitur store and forward. Fitur ini merupakan sistem pengumpulan data medis dari pasien untuk diberikan kepada tenaga kesehatan sebagai bahan evaluasi dan diagnostik. Jika pada rumah sakit umumnya, fitur ini sering kita kenal dengan nama rekam medis. Apabila pasien memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, pasien dapat langsung mengunjungi fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan medis yang lebih tepat dan akurat.
![]() |
| image from pexels.com |
Menurut data yang diperoleh dari laporan We Are Social, terdapat 204,7 juta pengguna internet di Tanah Air per Januari 2022. Hal ini memungkinkan penggunaan telemedicine menjadi lebih mudah dicapai dikarenakan tingginya angka pengguna internet di Indonesia. Perangkat-perangkat yang dibutuhkan untuk menggunakan telemedicine ini tentunya bukanlah menjadi suatu hal yang langka dan sulit didapatkan orang-orang masa kini. Ditambah dengan maraknya informasi yang disebarkan terkait dunia kesehatan, seharusnya konsep kerja telemedicine menjadi suatu hal yang mudah untuk dipahami fungsi dan kegunaannya di masa pandemi ini.
Alasan Mengapa Telemedicine Bisa Berjaya
Telemedicine telah menjadi salah satu terobosan terbaik dalam bidang teknologi dan kesehatan berbasis digital. Hal yang menjadikan telemedicine berjaya di masa pandemi tentunya dilihat dari seberapa besar peran dan fungsinya bagi masyarakat. Berikut adalah beberapa keuntungan yang didapatkan melalui telemedicine:
- Mempermudah pemerataan informasi dan tips kesehatan melalui telemedicine
- Meningkatkan performa pelayanan kesehatan disejumlah fasilitas kesehatan
- Mempermudah konsultasi dan komunikasi pasien dengan dokter
- Mempercepat akses pasien ke rumah sakit rujukan
- Menghindari kerumunan antrean pasien di rumah sakit
- Mengefektifkan waktu dan tenaga pasien maupun tenaga kesehatan
Kehadiran telemedicine di Indonesia diharapkan mampu memberikan perubahan positif di bidang kesehatan dan hal tersebut telah tercapai. Akan tetapi, kesempurnaan telemedicine di Indonesia masih jauh dari yang ditargetkan untuk membantu dokter dalam menjalankan diagnostik, seperti rekaman detak jantung, tekanan darah, dan tingkat suhu tubuh pasien. Saat ini, beberapa negara sudah ada yang menggunakan teknologi sensor yang bila ditempatkan pada permukaan kulit, maka kita bisa mengetahui seluruh kondisi tubuh kita secara sistematik. Namun, layanan telemedicine yang diimplementasikan dalam bentuk aplikasi digital seperti Halodoc, Aido Health, dan semacamnya sudah menjadi solusi kesehatan digital yang sukses di masa pandemi ini.


Comments
Post a Comment