Ekosistem harus terus dijaga. Pengalihan lahan yang awalnya terdapat suatu ekosistem di tempat tersebut dapat merusaknya. Kebanyakan, lahan tersebut dialih fungsikan menjadi lahan pertanian. Apabila ekosistem rusak, maka daur hidup tiap makhluk di dalam ekosistem tersebut menjadi berubah, lebih buruknya lagi dapat terancam keberadaannya. Selain itu, menambahnya jumlah manusia seiring tahun akan menambah jumlah persentase permintaan makanan. Tentunya, peningkatan jumlah permintaan makanan akan memerlukan lahan produksi yang lebih banyak pula. Dan kita tahu lahan yang tersedia di bumi akan semakin menipis.
Namun, terdapat inovasi brilian untuk menjaga keberlangsungan suatu ekosistem. Dengan inovasi tersebut, dapat mengurangi dampak buruk dari alih fungsi lahan. Yap, inovasi tersebut ialah Smart Floating Farms. Lalu, bagaimana cara Floating Farms memberikan kita ekosistem makanan alternatif? Mari kita simak bersama!
Mengenal Smart Floating Farms
Smart Floating Farms adalah konsep bertani, berternak, serta berkebun yang fondasinya dibangun di atas perairan. Konsep Floating Farms pertama kali dicanangkan oleh arsitek perusahaan Goldsmith, dan dibangun di pelabuhan Rotterdam Belanda. Di Floating Farms tersebut berisi peternakan sapi belanda. Setiap hari, peternakan tersebut memiliki self-sustaining ecosystem dimana, sapi diberi makan irisan kentang serta berikat-ikat rumput, kemudian kotoran sapi akan di hisap dan ditampung di dek bagian bawah peternakan oleh robot. Kemudian, kotoran tersebut akan diubah menjadi fertilizer bagi rumput-rumput lapangan dan taman. Susu yang diproduksi dari tiap sapi pula akan dikirimkan ke toko bahan makanan. Susu tersebut juga dapat diolah menjadi yoghurt.
Namun, semakin hari Floating Farms mengalami perkembangan menjadil lebih canggih. Setiap bagian dan fungsi dijadikan otomatis oleh teknologi robot. Berlapis-lapis dek yang menjadi lahan dapat difungsikan menjadi berbagai jenis farms. Dek teratas biasa digunakan sebagai dek panel surya dan pertanian. Dek tengah biasa digunakan sebagai pertanian hidroponik. Dek terbawah biasa digunakan sebagai lahan pemancingan dan penangkapan ikan.
Mengapa Smart Floating Farms Mampu Menunjang Ekosistem Makanan Manusia?
PBB memperkirakan akan ada 2 miliar lebih orang di dunia pada tahun 2050, yang kemudian akan menciptakan permintaan makanan 70 persen lebih banyak. Pada saat itu, 80 persen dari kita akan tinggal di kota, dan sebagian besar makanan yang kita makan di daerah perkotaan dibawa masuk. Jadi pertanian yang ditambatkan di laut atau danau pedalaman yang dekat dengan kota pasti akan mengurangi jarak tempuh makanan. Selain mengurangi jarak tempuh, hal tersebut tentunya akan meminimalisir alih fungsi lahan di daerah yang belum terjamah.
Sebuah Smart Floating Farms berukuran 350m x 200m diperkirakan akan memproduksi estimasi 8,1 ton sayuran dan 1.7 ton ikan per tahun. Tiap unit Floating Farm tersebut didesain menyatu alias di-stack sehingga mampu menampung banyak permintaan suplai makanan karena mulai berkurangnya instansi produksi bahan makanan.
Namun, Bagaimana Cara Kerjanya?
Selain desain struktur dari arsitek Belanda, terdapat pula desain struktur Floating Farms dari arsitek bernama Javier Ponce. Beliau menunjukkan sebuah desain Floating Farms setinggi 24 meter, dengan three-tiered (3 tingkatan) struktur dimana panel surya berada pada tingkatan paling atas untuk menyediakan energi bagi Smart Floating Farms. Tingkatan tengah berfungsi sebagai lahan bertani dan dapat digunakan untuk menumbuhkan berbagai macam varietas tanaman sayur. Lahan yang digunakan berukuran lebih dari 51.000 meter persegi, dan uniknya lahan tersebut tidak menggunakan tanah melainkan nutrisi yang berwujud cair. Nutrisi dan sisa-sisa tanaman dari tingkatan tengah akan jatuh menuju tingkatan bawah sebagai pakan ternak ikan yang diternak dalam ruang tertutup.
Dari penggunaan lahan yang dapat dikatakan minim, mampu memproduksi berton-ton bahan makanan. Hal ini tentunya, dapat membantu umat manusia dalam memenuhi kebutuhan makanan di tahun mendatang. Ditambah dengan sistem farming yang canggih dan efisien membuat Smart Floating Farms memiliki peluang super tinggi menjadi ekosistem produksi makanan alternatif kita.
image sources from istock and google
content source from contentfocus and smartfloatingfarms
.jpg)


Comments
Post a Comment